Mengapa Kita Burnout Walaupun Cuman Rebahan?

Mengapa Kita Burnout Walaupun Cuman Rebahan?

Hayoo, siapa di sini ketika akhir pekan tiba, semua pekerjaan selesai, malah memutuskan untuk rebahan total dan scrolling medsos? Kamu tau gak sih, bahwa apa yang kamu lakukan itu bukannya membuat pikiran segar, yang kamu rasakan justru kelelahan, bahkan sakit kepala atau flu ringan.

Selamat datang di paradoks kehidupan modern! di mana kita mengalami burnout bahkan saat kita sedang beristirahat. Kelelahan yang muncul justru di saat kita seharusnya santai ini kita kenal sebagai Leisure Sickness. Kondisi yang membuktikan bahwa istirahat fisik saja tidak cukup. Untuk benar-benar pulih, kita perlu memahami dua penyebab utama: Pseudo-Rest dan Stress-Hormone Crash. Baca artikel ini sampai habis, ya!

Rebahan, Scrolling: Jebakan Pseudo-Rest!

Rebahan, Scrolling: Jebakan Pseudo-Rest!

Saat kita rebahan sambil scrolling TikTok atau marathon serial drama, di situlah otak kita dibanjiri hormon kesenangan (dopamine). Ini adalah dopamine seeking behavior. Namun, meskipun terasa menyenangkan, aktivitas ini memaksa otak kita untuk terus memproses informasi visual dan audio yang cepat yang akan menjaga tingkat stimulasi yang tinggi. Alhasil, kita menghabiskan energi kognitif tanpa kita sadari.

Kita mengganti tekanan kantor dengan tekanan digital. Setelah berhenti bekerja, otak seharusnya masuk ke Default Mode Network (DMN) yang memicu kreativitas dan refleksi. Namun, scrolling mencegah DMN bekerja. Otak tetap dalam mode pemrosesan informasi yang aktif, sehingga setelah 8 jam rebahan, kamu justru merasa lebih lelah karena otak tidak pernah mendapatkan waktu hening yang sesungguhnya.

Fenomena Stress Hormone Crash

Fenomena Stress Hormone Crash

Selama seminggu kerja penuh tekanan, tubuh kita memproduksi kortisol (hormon stres) dalam jumlah tinggi. Kortisol bertindak sebagai booster yang membuat kita fokus, waspada, dan ‘berlari’ dari deadline ke deadline. Tubuh menjadi terbiasa beroperasi dengan tingkat kortisol yang tinggi.

Saat akhir pekan tiba dan alarm kortisol dimatikan, tingkat hormon ini tiba-tiba turun drastis. Penurunan tiba-tiba ini membuat sistem kekebalan tubuh menjadi rentan dan menimbulkan reaksi fisik. Gejala yang sering muncul adalah sakit kepala, nyeri otot (karena tubuh melepaskan ketegangan), bahkan flu ringan, karena tubuh akhirnya memiliki waktu untuk “merasakan” kelelahan yang selama ini kortisol tahan.

Otak kita sulit berpindah dari mode fight or flight (tingkat stres tinggi) ke mode rest and digest (tingkat relaksasi) secara instan. Ketika kita memaksakan transisi mendadak dengan langsung rebahan total, tubuh merespons dengan kebingungan dan kelelahan.

Baca Juga  Tidur Sore Antara Kenyamanan dan Perdebatan Sehat

Deep Rest

Deep Rest

Nah, untuk mengatasi burnout kelelahan, kita harus mengganti pseudo-rest dengan Deep Rest, yaitu istirahat yang benar-benar memulihkan.

Jangan langsung beralih dari layar kerja ke layar hiburan. Sisihkan 30 menit setelah jam kerja untuk melakukan kegiatan low-stimulus (misalnya: jalan kaki sebentar, membereskan rumah, atau mendengarkan musik tanpa lirik). Ini membantu kortisol turun secara bertahap.

Masukkan kegiatan yang tidak melibatkan layar atau tujuan produktif. Contoh: berkebun, melukis, membaca buku fisik, atau memasak tanpa terburu-buru. Istirahat aktif mengisi ulang energi kognitif kamu, bukan mengurasnya.

Gunakan teknik mindfulness, meditasi singkat, atau peregangan ringan di akhir pekan. Aktivitas ini secara neurologis memicu sistem saraf parasimpatik (yang bertanggung jawab untuk istirahat), memberikan sinyal jelas kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk pulih, bukan hanya teralihkan.

Kesimpulan

Burnout saat rebahan adalah tanda bahwa istirahat kamu berkualitas rendah. Mengendalikan scrolling dan melakukan deep rest adalah hal yang penting. Ingatlah, tubuh kamu memerlukan ketenangan dan deep rest untuk memulihkan energi mental dan fisik yang telah terkuras.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *