Efek Zeigarnik, Mengapa Otak Kita Terus Memikirkan Tugas yang Belum Selesai?

Efek Zeigarnik, Mengapa Otak Kita Terus Memikirkan Tugas yang Belum Selesai

Pernah gak sih, ketika kamu sedang rebahan santai di kamar, tetiba kepikiran sama tugas yang belum selesai? Atau mungkin saat kamu sedang mencoba tidur, tetapi otak kamu terus berulang-ulang memikirkan draft laporan yang belum selesai? Nah, kita menyebut fenomena ini sebagai Efek Zeigarnik.

Bluma Zeigarnik, seorang psikolog asal Lithuania, memberikan namanya untuk fenomena ini. Pada tahun 1920-an, ia menyadari sebuah pola unik pada pelayan restoran di Berlin. Para pelayan tersebut mampu mengingat dengan sangat baik pesanan rumit dari meja yang belum membayar tagihan.Sedangkan, saat tagihan dan transaksi selesai, memori pesanan tersebut hilang seketika. Nah, kenapa ya, otak kita selalu memberikan prioritas yang lebih pada hal-hal yang belum selesai? Yuk baca artikel ini sampai habis supaya tau!

Apa Itu Fenomena Efek Zeigarnik?

Apa Itu Fenomena Efek Zeigarnik

Efek Zeigarnik adalah inti dari konsep ketegangan kognitif. Ketika kita memulai sebuah tugas, otak kita membuat “lingkaran terbuka” atau open loop. Selama tugas tersebut belum selesai, otak kita akan terus mempertahankan tingkat ketegangan untuk memastikan bahwa ingatan tersebut akan masuk ke memori jangka panjang.

Begitu tugas tersebut sudah selesai, otak akan menganggap lingkaran tersebut hilang, atau telah tertutup. Otak melepaskan ketegangan tersebut, lalu menghapus informasi itu dari memori kerja guna menyediakan ruang bagi tugas-tugas lain.

Masalahnya, di dunia modern ini yang penuh dengan distraksi, kita seringkali memiliki terlalu banyak memori sekaligus. Hal inilah yang dapat membuat beban mental yang berat karena otak terus menerus memberikan ketegangan kognitif tentang apa yang belum dikerjakan.

Dampak Pada Kesehatan Mental

Dampak Pada Kesehatan Mental

Meskipun efek Zeigarnik dapat menjadi pengingat yang berguna, tetap saja ia memiliki sisi negatif jika tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga  Cara Mengisi Ulang Fokus Otak dalam 20 Menit

Kecemasan dan Stres

Terlalu banyak tugas yang menggantung dapat menciptakan rasa kewalahan (overwhelmed) yang mengganggu. Otak merasa seolah-olah sedang mengawasi puluhan alarm yang berbunyi secara bersamaan.

Fokus Berkurang

Kamu pasti akan kekurangan rasa fokus jika kamu setiap kali mengerjakan hal lain, otak kamu terus mengingatkan kamu tentang tugas yang belum selesai. Inilah yang disebut sebagai Attention Residue atau bisa disebuh sisa perhatian.

Burnout

Jika kita tidak pernah benar-benar menutup “lingkaran” di akhir hari kerja, maka otak kita akan tetap dalam mode kerja bahkan ketika kita sedang beristirahat. Inilah yang pada akhirnya akan memicu kelelahan kronis.

Mengatasi Efek Zeigarnik

Mengatasi Efek Zeigarnik

Penelitian menunjukkan bahwa kita tidak harus selalu mengerjakan tugas sampai selesai agar “lingkaran” itu menutup. Cukup dengan membuat rencana konkret tentang bagaimana kita akan menyelesaikan tugas tersebut. Ini akan membuat otak kita merasa terkendali. Menulis To-Do List di akhir hari akan menutup “lingkaran” mental tersebut. Sehingga kamu dapat tidur nyenyak.

Kita seringkali menunda sebuah tugas karena merasa bahwa tugas tersebut terlalu besar. Namun, karena adanya efek Zeigarnik, ketika kamu mulai mengerjakan langkah kecil, otak akan merasa tidak nyaman sampai tugas selesai. Nah, Inilah rahasia untuk melawan penundaan, mulailah selama 5 menit, dan biarkanlag ketegangan kognitif mendorong kamu untuk menyelesaikannya.

Jika kamu harus berhenti bekerja namun ingin kembali dengan semangat di keesokan harinya, berhentilah di tengah-tengah tugas yang menarik atau mudah diselesaikan. Efek Zeigarnik akan membuat otak kamu terus memproses tugas tersebut di latar belakang, sehingga kamu tidak perlu kesusahan untuk memulainya lagi.

Kesimpulan

Efek Zeigarnik adalah bukti betapa efisiennya otak kita dalam menjaga kita agar tetap bertanggung jawab pada komitmen kita. Namun, kita harus bijak dalam memilih “lingkaran” mana yang berhak dibiarkan terbuka. Memiliki sistem untuk mengelola tugas-tugas yang padat adalah kunci kedamaian pikiran.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *